SEJARAH PERCETAKAN DI INDONESIA PART 1

Halo sahabat-sahabat Bintang! Kembali lagi sama Minbi… Sudah lama tak jumpa guys ?! *padahal baru kemarin*. Okey kali ini Minbi mau bahas sedikit nih mengenai sejarah percetakan di Indonesia. Kalian ada yang tahu sejarahnya? Kalau belum tahu penasaran ga ni? Pasti kadang kita bertanya-tanya ya ini percetakan asalnya dari nenek moyang siapa? Dulu cetaknya begimana? Yuk markitbas (mari kita bahas)

 

Mungkin bagi beberapa dari kita belum tahu sejarah dari percetakan di Indonesia. Tanpa adanya sejarah tersebut mungkin sekarang kita ga melihat yang namanya spanduk, banner, poster, stiker, dan bahkan ga bisa cetak/print. But in reality, kita semua sudah menikmati manfaat dari percetakan tersebut. Sejarahnya gimana ya?

 

Sejarah perceetakan di Indonesia tersebut dimulai pada tahun 1659. Based on research menunjukkan bahwa pada tahun 1659 pertama kalinya masuk barang percetakan pertama yang dikenal dengan nama Almanak Tijdboek. Diperkirakan sekitar abad ke-17 Belanda tertarik membuka usaha percetakan di Indonesia, di Jakarta. Kenapa? Karena pada tahun 1619 DKI Jakarta sudah menjadi pusat pemerintahan pada zaman VOC. Ada yang tahu VOC? Kalau ga tahu Minbi tebak sekolahnya dulu pasti tidur di kelas hehehe..

 

VOC pada tahun 1668 melakukan perjanjian kontrak dengan ahli penjilidan yang berasal dari Amsterdam. Perjanjian tersebut dibuat dengan alasan pihak penjilidan diminta oleh VOC untuk mencetak barang-barang yang dibutuhkan oleh VOC. Di saat itu juga VOC menjual alat cetak kepada pihak penjilidan tersebut. Kemudian dua tahun selanjutnya VOC melakukan perjanjian kontrak dengan pihak lain yang mempunyai keahlian dalam bidang percetakan dimana pada saat iu VOC juga memiliki pabrik pembuatan huruf.

 

Pencetak dan penerbit pertama tersebut membuka usaha di Jakarta dan berperan sebagai subkontraktor untuk kantor VOC setempat. Pada tahun 1677 pihak percetakan tersebut mencetak kamus bahasa Belanda-Melayu dan pada tahun 1963 mencetak kitab perjanjian baru yang dibuat dalam bahasa Portugis.

 

Walaupun pada saat itu di Jakarta sudah terdapat percetakan swasta tetapi VOC tetap mendirikan usaha percetakan pada tahun 1719. Percetakan tersebut bernama Castel Press. Lalu percetakan VOC ketiga didirikan pada masa pemerintahan Jenderal Gustaaf Williem Baron Von Imhoff. Pada saat pemerintahan Jenderal Gustaaf, surat kabar pertama yang menggunakan bahasa Indonesia telah terbit dan diterbitkan secara mingguan.

 

Hmm panjang juga ya kisah ya min… Tenang guys ceritanya masih panjang jadi bersambung dulu ya kayak sinetron… so tunggu part 2 nya ya guys! Stay safe and Stay Healthy

Share Links